Cara Masak Daging Kambing Empuk Dan Tidak Wangi Ala Tukang Sate

Posted on

Foto: kristina/detikfood

Yogyakarta

Kamu ingin memasak daging kambing ala tukang sate di Yogya? Selain bumbunya pas, daging kambing empuk dan tidak busuk prengus.

Memasak daging kambing membutuhkan tata cara tersendiri. Banyak cara yang sanggup dijalankan untuk menciptakan daging kambing yang empuk dan tidak bau. Terlebih menjelang Idul Adha ini niscaya banyak daging kambing tersedia. Berbagai resep masakan juga perlu disiapkan untuk menyingkir dari kebosanan.

Membuat olahan kambing terlihat mudah, Iris-iris daging kambing, dibumbui lalu dimasak. Padahal untuk mendapat olahan daging kambing empuk dan tidak bau, ada trik merencanakan daging hingga membumbuinya.

sate kambing bu H.Bejo Solosate kambing Solo Foto: Instagram @jerry_lontoh

Berikut ini cara masak daging kambing ala pedagang Sate Sor Talok dan Mbah So di Yogyakarta. Setiap hari mereka memasarkan olahan daging kambing seumpama sate kambing, gule kambing, sup kambing hingga tongseng kambing. Olahan daging kambing empuk dan tidak busuk juga telah terbukti kelezatannya.

1. Pakai rempah-rempah yang banyak

Tips yang pertama tiba dari pedagang sate yang tenar di Bantul, Sate Sor Talok. Siapa yang tak mengenal sate ini? Sudah ada sejak 2007 di Area Sawah, Trirenggo, Bantul. Olahan daging sate yang empuk dan tidak busuk ternyata menggunakan tata cara khusus di saat memasaknya. Kuncinya merupakan rempah-rempah. Pada di saat memasak, perbanyak rempah-rempah.

“Kalau nggak busuk prengus itu rempah-rempahnya lebih banyak. Itu juga meminimalkan busuk (kambing) selain cara penyembelihannya sendiri,” kata Agus di saat dijumpai Detikcom.

Perpaduan rempah tersebut sanggup menetralisir busuk prengus pada daging kambing. Salah satu rempah yang sanggup digunakan merupakan daun jeruk purut. Selain itu masih banyak rempah yang sanggup digunakan seumpama kunyit, jahe,lengkuas, lada, bawang putih, kayu manis, dan lainnya.

2. Pilih Kambing Muda

Sate Kambing Muda HabibSate Kambing Muda Foto: dok. detikFood

Daging kambing yang direkomendasikan untuk diolah minimal berusia 5 bulan. Selain lebih singkat empuk di saat dimasak, daging kambing muda ternyata juga mempunyai tekstur daging yang lebih lembut. Para pedagang sate kambing di Yogya turut mengiyakan hal ini. Tak heran kalau banyak pedagang sate menggunakan kambing muda selaku menu spesialnya.

“Itu kambingnya pakai yang masih muda. Paling sekitar 5-6 bulan,” ucap Agus.

3. Memasak Lebih Lama

Apabila tidak mendapat daging muda untuk dimasak, para pedagang sate juga menyediakan kiat alternatif yaitu waktu mengolah makanan lebih usang dari biasanya. Terlebih pada di saat hari Raya Qurban nanti, pasti tidak sanggup memutuskan daging yang dibagikan apakah kambing muda atau tua. Untuk itu, cara mengantisipasinya merupakan dengan waktu mengolah makanan yang sedikit lebih usang dari biasanya.

“Ya kalau Qurban itukan macam-macam kambingnya, kalau bukan kambing muda ya masaknya nanti lebih lama,” tandas Agus.

4. Jangan dicuci

Warung sate kambing di BrebesWarung sate kambing Foto: Imam Suripto/dok. detikcom

Tips yang tak kalah penting berasal dari pedagang sate legendaris di Kotagede. Sate Mbah So. Sate ini tenar dengan tekstur dagingnya yang empuk dengan bumbu khasnya. Sate yang telah ada sejak 1999 ini buka saban hari dari jam 09.00 pagi hingga sore. Ternyata diam-diam untuk meminimalkan busuk prengus pada kambing sanggup dijalankan pada di saat proses penyembelihan dan pemotongan daging. Pada di saat penyembelihan usahakan darah yang keluar sungguh-sungguh habis.

“Nah gini, kalau pengalaman dari kami ya, yang namanya prengus itu acap kali darahnya itu belum habis. Kaprikornus ya mesti dinantikan hingga betul-betul habis, ” ujar Mbah So.

Kemudian, di saat pemotongan daging, seharusnya tangan tidak dalam keadaan berair terkena air. Efeknya merupakan pada olahan daging yang dihasilkan.

“Mungkin kalau di Idul Qurban itu banyak yang megang to, berapa tangan. acap kali wah tanganku kotor, wisuh (cuci tangan). Belum kering telah pegang daging. Itu menciptakan tidak anggun di daging,” lanjutnya.

Mbah So mengungkapkan bergotong-royong air merupakan pantangan bagi daging kambing. Karenanya tidak disarankan memegang daging kambing dalam keadaan tangan terkena air.

“Yang namanya daging kambing itu kan sirikane (pantangannya) dengan air. Ndak boleh dipegang dengan tangan berair itu ndak boleh,” tegasnya.

Simak Video “Masak Masak: Masak Kambing Rica-Rica bareng Richard Kyle
[Gambas:Video 20detik]


Sumber detik.com